Cita-cita Yang Selalu Berubah, Salah-Kah?

Cita-cita yang selalu berubah di setiap waktu saya kira itu merupakan hal yang wajar. Saya pun juga pernah merasakan hal yang sama. Umumnya suatu cita-cita datang ke pikiran kita secara tiba-tiba dengan pertimbangan tertentu, bahkan saat kita berjumpa seseorang dengan profesi tertentu dan kita menganggap orang tersebut terlihat keren, maka bisa jadi saat itu juga kita memiliki cita-cita ingin menjadi seseorang dengan profesi tersebut.

Cita-cita Yang Selalu Berubah

Pexels.com

Masa SD, Masa Sejuta Cita-cita

Saat saya masih duduk di bangku sekolah dasar, mungkin saat itu masih dalam rentang usia 7-12 saya telah memiliki banyak sekali cita-cita. Adapun cita-cita saya saat kelas 1 SD seperti kebanyakan anak-anak lain, entah karena ikut-ikut teman atau alasan lain yang pasti pada saat itu saya bercita-cita ingin menjadi seorang polisi.

Kenapa harus polisi? Ya, mungkin pada saat usia tersebut saya hanya tahu beberapa profesi saja, dan kebetulan polisi merupakan salah satu pekerjaan yang lebih sering saya temui dijalan khususnya ketika bepergian.

cita-cita masa SD

Google.com

Namun cita-cita ingin menjadi seorang polisi itu tidak bertahan lama. Saat menginjak kelas 4 SD cita-cita saya sudah berubah lagi. Karena saat itu di keluarga saya ada nenek yang telah berusia lanjut, maka frekuensi untuk bertemu seorang dokter menjadi hal yang lebih sering saya lakukan.

Mungkin sampai sini kalian sudah bisa menebak apa cita-cita saya selanjutnya? Ya, profesi seorang dokter lah yang menjadi keinginan saya untuk kedepannya. Apakah cita-cita menjadi seorang dokter menjadi cita-cita terakhir saya? Tentu saja bukan. Ternyata cita-cita saya masih terus berganti sejak saat itu, dan memang benar bahwa masa SD merupakan masa sejuta cita-cita.

anak dengan sejuta mimpi

Kompasiana.com

Cita-cita Saat SMP Memang Berbeda

Sekolah menengah pertama merupakan saat kita mulai mencari jati diri sebenarnya. Mungkin saat-saat tersebut lah kita mulai mencari zona nyaman untuk diri kita sendiri. Selain itu pengaruh dari luar juga bisa dengan mudah masuk kepada diri kita apabila kita tidak melakukan filter dengan baik terhadap lingkungan.

menjadi seorang seniman lukis

Pixabay.com

Nah, Karena sejak saya kecil saya memiliki hobi menggambar maka sejak saat itu saya mulai nyaman dengan aktivitas tersebut dan bercita-cita ingin menjadi seorang seniman atau lebih tepatnya menjadi seorang pelukis. Saya mulai belajar membuat sketsa, menggambar sebuah objek dan lain sebagainya.

Mungkin cita-cita saya waktu SMP tersebut terbilang sedikit berbeda dengan cita-cita saya sebelumnya. Namun itulah yang menjadi cita-cita saya saat masih duduk di bangku sekolah menengah pertama.

memilih impian yang menyenangkan

Pexels.com

Cita-cita Waktu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)

Saya melanjutkan sekolah ke SMK dengan mengambil kompetensi keahlian TKJ (Teknik Komputer Jaringan) sepertinya bukan tanpa alasan. Ya, seperti yang kalian tahu bahwa pastinya setiap hari saya akan mempelajari lebih dalam seputar keahlian tersebut.

Baca Juga : SMA atau SMK? Ok, Saya Pilih SMK!

Hasilnya? Mau tidak mau secara tidak langsung cita-cita saya saat itu mulai berubah lagi. Bayang-bayang menjadi seorang programmer dan menjadi seorang teknisi jaringan tentu mulai menghinggap di pikiran saya.

menjadi seorang programmer

Pexels.com

Mungkin bisa dikatakan pada saat itu cita-cita saya berbalik 180 derajat dari yang sebelumnya ingin menjadi seorang seniman menjadi seorang programmer ataupun teknisi jaringan, dan mungkin cita-cita tersebut bertahan cukup lama apalagi saya juga melanjutkan ke perkuliahan dengan program studi teknik informatika.

Lalu Apa Cita-cita Terakhirku Hingga Saat Ini ?

Mungkin untuk menjawab pertanyaan tersebut akan sangat sulit, akan tetapi selama saya mengenyam bangku kuliah maka pengalaman-pengalaman baru mulai berdatangan. Bahkan, cita-cita saya menjadi seorang programmer atau teknisi jaringan juga mulai tergantikan. Padahal sejak saya mulai duduk di bangku SMK hingga lulus kuliah selalu mempelajari tentang hal tersebut.

Internet Marketer

Pexels.com

Akan tetapi akhir-akhir ini saya mulai mengubah mindset bahwasanya semua ilmu yang saya pelajari dan saya dapatkan tersebut biarlah di niatkan untuk mencari ilmu, jadi bukan mencari ilmu untuk mematok diri nantinya bekerja di bidang tersebut. Sebab bagaimanapun tuhan mempunyai rencana terbaik untuk hidup kita.

Berbicara keinginan saya saat ini, saya ingin menjadi seorang internet marketer dan juga seorang blogger profesional dan tentunya ingin menjadi pribadi yang lebih baik dan nantinya bisa bermanfaat untuk orang lain.

Leave a Reply