Gunung Budeg Itu Bernama Mangunharjo Tuli

Mengunjungi beberapa tempat yang menantang atau bahkan bisa dibilang ekstrem justru umumnya itu menjadi destinasi wisata alam bagi kawula muda atau istilah kerennya sih nge-trip. Ya, begitu juga dengan saya yang mana mengunjungi suatu tempat yang seru dan menantang menjadi pilihan tersendiri bagi saya

Gunung Budeg

Sumber : Lenhoang.wordpress.com

Saya tinggal di Kabupaten Kediri, Jawa timur. Apabila ditanya apakah Kediri memiliki wisata pantai? Tentu jawabannya tidak, karena letak geografis dari Kota Kediri sendiri bukan di daerah pesisir. Namun bagi warga Kediri yang senang nge-trip letak geografis Kediri tidak menjadi masalah karena kediri berbatasan dengan beberapa kabupaten yang hampir semuanya memiliki pantai dan wisata indah lainnya. Jadi kalau mau nge-trip ke pantai ayo, ke air terjun ayo atau bahkan mendaki gunung ya ayo-ayo saja. Tinggal pergi ke kabupaten tetangga, hehehe!

Pada artikel ini saya akan bercerita pengalaman absurd ke Gunung Budeg yang tepatnya berada di Kabupaten Tulungagung. Penasaran?

Nge-Trip Tanpa Persiapan

“Ayo nge-trip ke Gunung Budeg, boncengan sama aku”, kira-kira kalimat itu yang diucapkan oleh teman sekaligus tetangga saya saat datang ke rumah saya secara tiba-tiba. Jadi memang bisa dikatakan nge-trip yang saya lakukan kala itu tanpa ada persiapan sama sekali, tapi tanpa pikir panjang saya-pun menyetujuinya.

persiapan mendaki gunung

Sumber : Google.com

Alih-alih membawa peralatan camping lengkap, saya hanya membawa satu baju ganti dan juga sarung. Untungnya untuk kebutuhan camping sudah disiapkan oleh teman saya, jadi untuk menghilangkan rasa sungkan, saya memilih untuk membeli kebutuhan konsumsi seperti mie instan, air mineral dan juga lauk untuk makan.

Berangkat Sore Hari Itu Menyenangkan!

Setelah mengecek semua barang bawaan secara teliti, saya bersama 5 orang teman akhirnya memutuskan untuk berangkat sekitar pukul 4 sore dengan mengendarai motor berboncengan. Kebayang gak, berangkat dalam kondisi cuaca yang sangat cerah dan ditemani oleh cahaya kuning matahari ciri khas senja. Wah, rasanya nge-trip kali ini terasa sangat sempurna bagi saya.

Perjalanan dari Kediri ke Tulungagung rata-rata bisa ditempuh dalam waktu satu setengah jam, begitu pula perjalanan dari rumah saya hingga bisa sampai di Gunung Budeg.

Menjelang Petang, Kami tiba di Tempat Tujuan

Karena kami berangkat pukul 4 sore, maka kami tiba di tempat tujuan saat itu sekitar jam setengah 6. Ya, seperti biasa sesampainya kami di Gunung Budeg maka kami mencari tempat parkir yang cukup strategis dan langsung bergegas untuk membeli tiket masuk.

tiba di gunung budeg

Sumber : Google.com

Jadi Gunung Budeg ini sebenarnya merupakan sebuah bukit yang sangat tinggi hingga menyerupai gunung kecil. Bahkan untuk medan dakinya sendiri juga cukup curam layaknya kita mendaki gunung-gunung tinggi lainnya. Salah satu acara TV yang terkenal yakni My Trip My Adventure dan juga Para Petualang Cantik pun pernah meliput salah satu tempat wisata alam di Tulungagung yang satu ini.

Sebelum mulai pendakian, ada pertanyaan yang melintas dalam pikiran saya. Mengapa namanya Gunung Budeg? Setelah saya mencari tahu, ternyata itu hanyalah nama agar mudah di ingat oleh pengunjung. Jadi apabila kita lihat papan resmi yang berisikan informasi seputar gunung tersebut, Gunung Budeg itu memiliki nama asli yakni Mangunharjo Tuli. Nah, kata “Tuli” dalam bahasa jawa itu berarti “Budeg”. Jadi itulah mengapa lebih akrab disebut Gunung Budeg ketimbang nama aslinya sendiri.

Mendaki Itu Bukan Perkara Mudah

Yang namanya mendaki itu bukan perkara mudah,namun justru itulah yang menjadi tantangannya. Nah, untuk Gunung Budeg sendiri kalau kita lihat dari bawah sih tidak terlalu tinggi. Bahkan puncak tertingginya pun bisa nampak jelas dari bawah. Proses pendakian saat itu kami lakukan sekitar pukul 6 sore, akan tetapi cahaya matahari masih sayup-sayup terlihat sehingga kala itu hari belum terlalu gelap meskipun sudah jam 6 sore.

mendaki bukan perkara mudah

Sumber : Google.com

Head lamp dan senter tentu menemani perjalanan kami dalam menaklukkan Gunung Budeg tersebut. Adapun Gunung kecil ini terkenal dengan medannya yang sangat curam dan menanjak, jadi sejak awal pendakian kita langsung disuguhi medan dengan kemiringan yang lumayan, apalagi Gunung Budeg termasuk gunung batu.

Perjalanan dari awal hingga ke puncak berdasarkan pengalaman saya memerlukan waktu 1,5 jam. Namun dalam rentan waktu 1,5 jam dengan kondisi jalur pendakian yang terus menanjak tentu menjadi PR tersendiri. Tanpa terasa setelah 1,5 jam berlalu dengan baju yang basah oleh keringan, akhirnya kami bisa sampai di atas puncak Gunung Budeg.

Pemandangan Malam Kabupaten Tulungagung terlihat Indah

Ya, seperti biasa setelah perjuangan panjang menaklukkan sebuah gunung maka pemandangan yang indah dari atas akan menjadi imbalan yang sangat pantas untuk didapatkan. Begitu juga saat itu ketika kami tiba di atas, mungkin waktu sudah hampir jam 8 malam. Pemandangan lampu di Kabupaten Tulungagung dari atas nampak seperti ribuan kunang-kunang yang sangat indah.

mendirikan tenda untuk istirahat

Sumber : Infotrenggalek.com

Tidak lupa kami segera mendirikan 2 buah tenda untuk beristirahat dan tanpa pikir panjang kompor portable yang kami bawa di ransel segera kami gunakan untuk memasak mie instan yang sudah kami siapkan sebagai bekal.

Mungkin perlu kalian tahu bahwa makanan apapun yang kita bawa dan di makan di atas gunung itu entah mengapa selalu terasa nikmat. Apa mungkin karena kami merasa terlalu lapar atau memang karena suasana di atas gunung sangat mendukung untuk menikmati sebuah makanan. Entahlah, biarkan Tuhan saja yang menjawabnya.

Makan Mie Instan

Koleksi Pribadi

Matahari Terbit di Gunung Budeg Menjadi Destinasi Masyarakat Lokal

Rata-rata seseorang mempunyai tujuan datang ke Gunung Budeg tidak lain dan tidak bukan karena ingin melihat matahari terbit dari atas. Apabila kalian beruntung, maka panorama matahari terbit tersebut tentu akan memanjakan mata para pendaki yang telah bermalam di sana.

Pemandangan sunrise gunung budeg

Koleksi Pribadi

Selain itu gunung tersebut juga memiliki keunikan tersendiri yakni seperti halnya negeri di atas awan. Jadi ketika masih pagi hari kita akan melihat awan di mana-mana menutupi pemandangan bawah gunung, namun lambat laun awan itu akan menghilang dan cahaya matahari terbit akan mengusir suasana dingin yang kita rasakan.

Leave a Reply