Teori Nebula Pembentukan Tata Surya : Teori Kabut !

Teori Nebula – Apabila pada artikel sebelumnya kita sudah pernah membahas pembentukan tata surya dengan teori bintang kembar, maka pada artikel kali ini saya akan coba membahas teori lain yaitu teori nebula secara lengkap dan jelas pastinya.

teori nebula atau teori kabut

Sumber : pinterest.com

Penjelasan Teori Nebula Atau Teori Kabut

Jadi teori ini juga bisa disebut dengan teori kabut. Adapun penjelasan dari teori nebula sendiri sebenarnya pada awal mulanya dikenalkan oleh astronom yang bernama Immanuel Swedenborg tepatnya pada tahun 1734. Namun pada tahun 1775 teori nebula tersebut kembali disempurnakan oleh Immanuel Kant dan yang terakhir pada tahun 1796 teori serupa dikembangkan oleh Pierre Marquis de Laplace secara mandiri.

Dalam teori tersebut mengemukakah bahwa tata surya kita pada tahap awal masih berupa kabut raksasa. Adapun kabut raksasa tersebut terdiri atas partikel es, debu dan juga gas yang kita sebut gas nebula serta hidrogen. Karena kuatnya gaya gravitasi yang dimiliki membuat kabut tersebut lambat-laun menyusut dan terus berputar ke arah tertentu. Jadi akibat dari hal itulah suhu dari kabut tersebut memanas sehingga menjadi bintang raksasa (matahari).

Nah, matahari sebagai bintang raksasa tersebut semakin lama terus berputar cepat dan menyusut sehingga partikel es dan cincin gas terlontar ke sekitar matahari alhasil terbentuklah planet luar dan planet dalam bisa ketahui seperti sekarang ini.

Tahapan-tahapan Dalam Teori Nebula

Menurut Laplace, orbit planet yang kita tahu berbentuk seperti oval karena merupakan konsekuensi dari pembentukan planet itu sendiri. Dalam teori kabut hal tersebut dijelaskan dalam 3 tahapan, yaitu :

tahapan pembentukan tata surya

Sumber : pinterest.com

  • Pada awal mulanya, planet-planet dan juga matahari masih berupa kabut gas yang sangat besar dan pekat.
  • Kemudian kabut tersebut terus berputar dan memilin-milin dengan kuat sehingga pemadatan dari partikel itu terjadi terutama di bagian pusat lingkaran yang pada akhirnya membentuk matahari. Di saat yang bersamaan, partikel lainnya juga turut memilin namun dengan ukuran lebih kecil yang akhirnya memiliki masa lebih kecil dari matahari yang kemudian menjadi planet-planet.
  • Partikel atau materi-materi tersebut lambat-laun turut membesar dan masih tetap melakukan gerakan memutar secara teratur mengelilingi matahari dalam satu orbit. Sehingga pada akhirnya keseluruhan materi tersebut membentuk susunan yang kita sebut sebagai cikal bakal tata surya.

Beberapa Permasalahan Yang Dihadapi Oleh Teori Nebula

orbit tata surya teori nebula

Sumber : tahu-nggak.blogspot.com

  • Teori kabut merupakan teori monistik yang mana secara bersamaan berhubungan dengan pembagian momentum sudut dan juga pembagian massa.
  • Dalam beberapa kombinasi, mekanisme teori tersebut harus mampu mengirimkan momentum sudut yang cukup saat terjadi perubahan wujud matahari ke piringan .
  • Harus mampu menunjukkan bahwa planet yang sudah ada tersebut sudah terbentuk  sesuai dengan skala waktu dari keberadaan piringan orbit yang telah diamati.
  • Teori ini hanya mampu memberikan model penalaran prediksi, karena untuk membuktikan kebenarannya maka kemiringan dari sumbu putaran tata surya juga harus dapat dijelaskan secara pasti.

Kelebihan Dan Kelemahan Teori Nebula

  • Kelebihan Teori Nebula :

Dari teori nebula atau kabut ini mampu menjelaskan kepada para ahli bahwa tata surya itu berbentuk datar dengan orbit menyerupai bentuk elips serta mengelilingi matahari.

  • Kelemahan Teori Nebula :

Seorang ahli astronom bernama Sir James Jeans dan James Clerk Maxwell menunjukkan bukti bahwa bahan-bahan dalam gelang tidak akan cukup untuk bisa menghasilkan tarikan gravitasi yang bisa memadatkan materi menjadi sebuah planet.

F.R Moulton juga menyebutkan bahwa akan memenuhi syarat jika yang mempunyai momentum sudut paling besar adalah planet, bukan matahari. Sementara dalam teori ini mengatakan jika mataharilah yang memiliki sudut momentum paling besar.

Baca juga : Teori bintang kembar pembentukan tata surya

Berbagai Modifikasi Teori Nebula

Sejak pertama kali, teori ini dikemukakan oleh Emanuel Swedenborg dan disempurnakan oleh  Immanuel Kant . Namun teori serupa juga dikembangkan oleh astronom independen Pierre Marquis de Laplace sehingga teori kabut ini lebih dikenal dengan teori nebula Kant-Laplace.

berbagai modfikasi teori nebula

Sumber : http://hdwallpaperbackgrounds.net

Selain itu ada pula astronom berkebangsaan Jerman yang bernama C. Von Weizsaeckar juga memperkenalakan teori nebula di tahun 1940. Dia menjelaskan bahwa pernah ada materi yang sifatnya gas keluar jauh sekali dari garis khatulistiwa matahari jutaan tahun yang lalu.

Nah, sebagian besar materi tersebut terdiri atas helium dan hidrogen. Namun akhirnya radiasi dan tekanan panas matahari menghilangkan sebagian besar unsur tersebut dan hanya meninggalkan unsur-unsur yang lebih berat saja. Nah, unsur yang lebih berat tersebut perlahan namun pasti terus berkumpul menjadi satu deretan yang bentuknya seperti elips. Adapun deretan massa tersebut saling menarik satu sama lain dan berkembang menjadi sebuah planet.

Penemu Teori Nebula

astronom emanuel swedenborg

Sumber : commons.wikimedia.org

  • Emanuel Swedenborg

Lahir: 29 Januari 1688, Stockholm, Swedia

Meninggal: 29 Maret 1772, London, Britania Raya

Mengemukakan teori nebula pada tahun 1734

 

Astronom immanuel kant

Sumber : philosophers.co.uk

  • Immanuel Kant

Lahir: 22 April 1724, Königsberg, Jerman

Meninggal: 12 Februari 1804, Königsberg, Jerman

Menyempurnakan teori nebula pada tahun 1775

 

Astronom pierre marquis de laplace

Sumber : alamy.com

  • Pierre Marquis de Laplace

Lahir: 23 Maret 1749, Beaumont-en-Auge, Perancis

Meninggal: 5 Maret 1827, Paris, Perancis

Mengembangkan teori nebula secara independen tahun 1796

Teori nebula adalah salah satu teori yang disebutkan sebagai awal mula pembentukan tata surya, meskipun demikian teori ini masih memiliki beberapa kelemahan yang mungkin bisa menurunkan keabsahan dari ini sendiri.  Semoga penjelasan di atas bermanfaat untuk semua dan bisa menambah wawasan para pembaca setia bagiinfo.

Leave a Reply