s

Cara Budidaya Belut Di Air Jernih Yang Menggiurkan

Cara Budidaya Belut Di Air JernihMonopterus Albus atau yang lebih akrab disebut belut ini masih termasuk dalam jenis ikan yang memiliki habitat di perairan berlumpur. Jadi ikan jenis ini sebenarnya bentuknya hampir sama dengan ulat karena bentuknya yang memanjang hanya saja memiliki kulit seperti lele dan berliur. Adapun permintaan daging belut di pasaran sekarang ini terus meningkat sehingga banyak orang mulai melirik peluang usaha untuk membudidayakan ikan belut, baik untuk di ambil dagingnya maupun digunakan untuk pembibitan.

cara budidaya belut di air jernih

Sumber : budidayaperawatan.blogspot.com

Berbicara mengenai budidaya belut sebenarnya bisa dilakukan dengan berbagai cara, kita bisa menggunakan seperti cara umumnya yakni membuat kolam lumpur ataupun budidaya belut dengan kolam air jernih. Jadi teknik budidaya belut di air jernih ini merupakan salah satu inovasi yang dilakukan oleh peneliti dari Jepang, tentunya ini menjadi terobosan baru dalam dunia budidaya belut karena akan sangat bermanfaat.

Meskipun teknik budidaya belut di air bersih bisa kita lakukan, namun satu hal yang menjadi catatan penting yakni untuk tetap menjaga reproduksi alami dari si belut maka kita tetap harus memberinya lumpur saat hendak bereproduksi. Selain itu beternak belut dengan air jernih pastinya juga memerlukan perhatian khusus seperti pemberian makannya, serta antisipasi-antisipasi agar belut tidak terserang penyakit.

Kelebihan Budidaya Belut Di Air Jernih Yang Bisa Kita Dapatkan

Lebih Mudah Dalam Pengontrolan Belut

Jadi dengan penggunaan air jernih sebagai teknik budidaya, maka kita bisa mengamati dan mengontrol belut secara langsung. Selain itu kita juga bisa lebih selektif dalam menentukan sekiranya mana belut yang terserang penyakit ataupun belut yang kerdil dan itu bisa langsung kita pisahkan dalam kolam penampungan. Dengan begitu belut yang lain tidak akan terserang penyakit yang sama dan lain sebagainya.

Mampu Menampung Lebih Banyak Bibit Belut Dalam Satu Kolam

kolam budidaya belut air jernih

Sumber : belutkadut.wordpress.com

Apabila kita menggunakan teknik budidaya lumpur, maka penebaran bibit belut akan sangat terbatas karena kapasitas kolam akan terbagi antara bibit belut dan lumpur. Hal ini sangat berbeda jika kita menggunakan budidaya air jernih yang mana kita bisa menebar belut dalam jumlah 10 – 20 kali lipat lebih banyak karena kapasitas kolam masih akan terlihat sangat longgar.

Mampu Menekan Tingkat Kanibalisme

Dalam kondisi normal di lumpur, belut jantan yang sudah dewasa kerap kali menandai daerah kekuasaannya untuk bernaung. Sehingga apabila ada belut lain yang lebih kecil atau lebih lemah yang mengganggu daerah kekuasaannya maka belut tersebut tidak segan-segan untuk menyerang dan melakukan kanibalisme. Namun untuk budidaya belut dengan air jernih ini justru kebalikannya yang mana antara belut satu dengan yang lain justru saling membutuhkan untuk berlindung. Itulah mengapa teknik ini bisa menekan tingkat kanibalisme dengan angka yang cukup tinggi jika dibanding dengan menggunakan media lumpur.

Lebih Efektif

cara budidaya belut di kolam air jernih

Sumber : produknaturalnusantara.com

Budidaya belut menggunakan air jernih memang lebih efektif karena kita tidak perlu menyediakan jerami ataupun debok pisang sebagai tempat perlindungannya. Karena apabila kita amati jika terdapat lobang belut di alam bebas ternyata di dalam lobang tersebut berisikan air yang jernih meskipun itu berada di dalam lumpur. Oleh sebab itu untuk budidaya belut di air jernih yang dibutuhkan hanyalah menyediakan dan menjaga sirkulasi air agar tetap jernih.

Hal-Hal Yang Harus Diperhatikan Dalam Melakukan Cara Budidaya Belut Di Air Jernih

Air Kolam

Dalam melakukan budidaya belut di air jernih tentu yang harus sangat kita perhatikan adalah kondisi air, karena ini bisa sangat mempengaruhi tingkat perkembangan dari belut itu sendiri. Jadi air yang layak kita gunakan untuk perkembangan belut adalah

  • minimal harus terlihat jernih secara kasat mata.
  • Memiliki suhu sekitar 25-28 derajat celcius.
  • Kemudian air tersebut pastinya juga tidak boleh tercampur dengan zat kimia seperti kaporit.
  • Air kolam sebaiknya diambil dari sumber asli dan jangan menggunakan air PDAM.
  • Selain kriteria air bersih yang telah dijelaskan di atas, kita juga harus memperhatikan sirkulasi air yang ada di dalam kolam penampungan. Dengan adanya arus keluar masuk air ke kolam penampungan itu bisa menjaga ketersediaan oksigen di dalamnya meskipun dengan arus yang kecil sekalipun. Karena apabila kita tidak membuat sirkulasi air keluar masuk maka bisa dipastikan kondisi air dalam kolam akan cepat kotor dan itu justru akan merepotkan kita karena harus segera mengganti air dengan yang jernih terus menerus.

Pakan Belut

Selain menjaga tingkat kejernihan air, yang juga tidak kalah penting adalah pemberian pakan belut. Jadi sebaiknya memberikan makan belut secukupnya, namun jangan sampai kekurangan dan berlebihan. Adapun pakan yang disukai belut bisa dibeli di toko pakan ikan dengan harga yang tidak terlalu mahal. Biasanya pakan untuk belut meliputi cacing merah, cacing lor, cacing lumbricus, ulat hongkong, berudu, keong sawah dan masih banyak lainnya.

pakan belut budidaya air jernih

Sumber : blogoinformasi.com

Pemberian pakan yang terlalu banyak biasanya juga bisa membuat air kolam bisa cepat kotor, selain itu sisa pakan yang tidak termakan terkadang juga bisa menyebabkan efek negatif  yang salah satunya pemicu munculnya penyakit pada belut.

Baca juga : Cara Budidaya Bebek Pedaging Agar Cepat Besar

Cara Pemilihan Bibit Belut Unggulan Dan Berkualitas

Yang menjadi faktor penting dan tidak harus diabaikan oleh para peternak belut adalah bagaimana cara memilih bibit belut unggulan dan berkualitas. Jadi sebelum memulai usaha ternak belut, maka kita harus memperhatikan beberapa hal untuk mendapatkan bibit terbaik seperti di bawah ini.

pemilihan bibit belut unggulan berkualitas

Sumber : beritasatu.com

Bibit Yang Dipilih Haruslah Sehat Dan Tidak Terdapat Bekas Luka

Kebanyakan bibit belut di dapatkan dengan cara berburu belut di lumpur sungai maupun lumpur sawah. Tidak jarang pula penangkapan bibit belut dilakukan dengan cara disetrum yang mana itu bisa melukai belut itu sendiri. Nah, jika kalian hendak membeli bibit belut sebaiknya harus memperhatikan kondisi fisik dari belut tersebut apakah dalam keadaan sehat atau terdapat luka-luka.

Jadi luka yang kecil itu biasanya terlihat seperti bintik-bintik putih yang lambat laun akan semakin jelas terlihat. Apabila kita memilih bibit belut dengan kualitas yang tidak bagus maka pertumbuhannya juga tidak akan maksimal

Pilihlah Bibit Belut Yang Lincah

Kelincahan bibit belut sebenarnya bisa mengindikasikan bahwa belut tersebut dalam keadaan sehat atau tidak. Bahkan untuk bibit belut yang sakit atau tidak sehat biasanya akan cenderung berenang di atas dengan posisi kepala mendongak ke atas.

Pilihlah Ukuran Bibit Yang Sama

pemilihan bibit belut yang sama besar

Sumber : satujam.com

Jadi jangan sampai memilih bibit dengan ukuran yang berbeda karena bisa meningkatkan tingkat kanibalisme. Selain itu bibit dengan ukuran kecil apabila di taruh dalam kolam penampungan bersamaan dengan bibit belut yang lebih besar maka pakan yang diberikan juga tidak akan merata.

Langkah Awal Memulai Budidaya Belut

Persiapan Kolam

Adapun bagi kalian yang ingin terjun dalam budidaya belut air jernih maka hal yang harus kita persiapkan terlebih dahulu adalah kolam untuk pembesaran. Jadi kolam tersebut sebaiknya dipersiapkan, bisa menggunakan kolam semen permanen ataupun dengan kolam terpal.

Kolam budidaya belut bisa lebih menghemat tempat karena terbukti lebih efektif dan efisien. Jadi untuk kolam dengan ukuran 5 x 5 meter saja kita sudah bisa mengisi bibit hingga 20 kali lipat daripada kolam lumpur.

Pembuatan Sirkulasi Pada Kolam

Sirkulasi air jernh pada kolam ternak belut

Sumber : budidayaperawatan.blogspot.com

Sirukulasi air untuk tetapbisa masuk dan keluar harus kita perhatikan agar air dalam kolam bisa tetap jernih lebih lama serta untuk menstabilkan kadar oksigen dalam air kolam. Selain itu seperti yang kita tahu bahwa belum merupakan jenis ikan yang sering mengeluarkan lendir dan itu akan membuat kadar pH dalam air menjadi tidak baik sehingga bisa mendatangkan penyakit.

Persiapan Pakan

Untuk pakan yang sebaiknya diberikan untuk makanan belut adalah pakan hewan yang bisa dikembangbiakkan. Misalnya seperti bekicot, keong, jangkrik, cacing, larva dan lain-lain. Jadi pemeliharaan pakan seperti itu juga akan mengurangi jumlah pengeluaran dan bisa meningkatkan pendapatan.

Jadi setelah mempersiapkan ketiga hal tersebut bisa kita mulai untuk menebarkan bibit belut ke dalam kolam, kemudian jangan lupa untuk mengatur suhu agar stabil pada kisaran 25-28 derajat celcius. Adapun pakan bisa kita berikan langsung setelah kita menebar bibit di kolam dan kita hanya perlu melakukan perawatan sedemikian rupa hingga belut tumbuh besar dan siap di panen.

Sebenarnya tidaklah susah cara budidaya belut di air jernih, hanya saja memerlukan perawatan khusus  dan telaten untuk bisa mendapatkan hasil yang maksimal. Semoga bermanfaat!

No Responses

Leave a Reply