s

Cara Menanam dan Mencangkok Pohon Rambutan Dengan Mudah

Cara Menanam Dan Mencangkok Pohon Rambutan – Rambutan merupakan salah satu buah favorit bagi sebagian besar warga Indonesia karena memang buah ini bisa tumbuh subur di wilayah beriklim tropis seperti di Indonesia. Adapun pohon rambutan juga kerap di tanam oleh warga di pekarangan rumah, halaman dan bahkan tidak jarang pula mereka membudidayakan pohon rambutan untuk menambah penghasilan mereka baik dengan menjual bibit pohon rambutan ataupun menjual hasil panen buah rambutan.

Cara Menanam dan Mencangkok Pohon Rambutan

Sumber : jualanekatanaman.wordpress.com

Sejarah Pohon Rambutan

Rambutan atau yang memiliki nama latin Nephelium Sp. Ini adalah salah satu tanaman holtikultura yang masih termasuk dalam keluarga Sapindacaeae. Jadi pohon yang berasal dari Indonesia ini memiliki buah berambut yang disebut dengan Hairy Fruit dalam bahasa Inggris.

Sampai sekarang ini penyebaran pohon rambutan juga semakin pesat hingga terdapat di beberapa negara beriklim sub-tropis seperti Amerika Latin dan lain sebagainya. Namun kualitas buah rambutan terbaik hanya bisa dihasilkan di wilayah dengan iklim tropis seperti hanya Indonesia.

Jenis-Jenis Pohon Rambutan

Seperti yang kita tahu bahwa jenis daripada pohon rambutan sendiri tidak hanya satu macam, mungkin yang biasa kita tahu hanyalah pohon rambutan binjai dan rambutan aceh. Namun ternyata masih ada beberapa jenis lainnya.

Bahkan sebuah penelitian menyebutkan bahwa untk jenis-jenis rambutan sendiri sampai saat ini sudah tercatat lebih dari 22 macam varietas. Tapi pada umumnya ciri-ciri yang bisa kita lihat untuk menentukan jenis rambutan adalah dari buahnya, misalnya dengan melihat kandungan air, daging buahnya, warna kulit buah, bentuk buah dan bisa juga dengan panjang rambutnya, tapi tentunya tidak semua jenis rambutan memiliki nilai ekonomis yang tinggi.

Nah apabila kalian ingin mengetahui jenis-jenis rambutan apa saja yang memiliki nilai ekonomis dan kualitas yang baik berikut ini telah kami rangkum :

  • Rambutan Rapiah

mencangkok pohon rambutan rapiah

Sumber : photobucket.com

Untuk jenis yang pertama adalah rambutan rapiah yang mana saat berbuah tidak akan terlalu lebat hanya saja mutu dan kualitas dari buahnya sangat tinggi. Untuk ciri-ciri buah dagingnya tebal dan bisa ngelontok serta tidak terlalu berair, kulit berwarna hijau, kuning dan merah, berambut agak jarang, mampu bertahan hingga  6 hari.

  • Rambutan Aceh

mencangkok pohon rambutan aceh

Sumber : www.nasa-balinusra.com

Mungkin ini menjadi salah satu jenis rambutan yang biasa kita jumpai. Ya, rambutan aceh ini memiliki buah yang lebat serta pohonnya tinggi-tinggi. Sementara itu kulit buahnya berwarna kuning kemerah-merahan saat matang dan daging buahnya bisa ngelontok serta memiliki kandungan air yang lumayan banyak. Bahkan dalam satu pohon rambutan aceh biasanya bisa menghasilkan hingga 160-170 ikat.

  • Rambutan Cimacan

mencangkok pohon rambutan cimacan

Sumber : www.bali-indonesia.com

Untuk jenis rambutan ini biasanya berbuah tidak terlalu lebat dan rata-rata hanya menghasilkan 90-170 ikat buah. Sedangkan untuk buahnya memiliki ciri berambut kasar dan jarang, saat matang warnanya kekuning-kuningan sampai merah tua, daging buahnya cukup berair dan rasanya manis. Hanya saja rambutan cimacan ini kurang tahan lama setelah di panen.

  • Rambutan Binjai

mencangkok pohon rambutan binjai

Sumber : www.dzargon.com

Mungkin rambutan ini terkenal di Indonesia memang karena kualitas buahnya yang sangat unggul jika dibandingkan dengan jenis lainnya. Jadi buahnya ini cukup besar dengan warna merah menyala saat sudah matang.
Sedangkan untuk rambutnya terkesan lebih kasar dan cukup jarang, namun untuk urusan rasa memang tidak bisa dibohongi bahwa rambutan binjai memang sangatlah manis dengan daging buah yang tebal.

  • Rambutan Sinyonya

mencangkok pohon rambutan sinyonya

Sumber : www.kaskus.co.id

Rambutan jenis ini mungkin masih jarang kita temui, hanya saja apabila sedang musimnya maka jenis rambutan ini bisa menghasilkan buah dalam jumlah yang cukup banyak hanya dari satu pohon. Biasanya rambutan sinyonya ini lebih disukai warga Tionghoa dengan ciri-ciri warnanya yang merah tua hingga menyerupai anggur, buahnya manis-manis agak asam dan memiliki kandungan air yang tinggi.

Cara Menanam dan Mencangkok Pohon Rambutan Agar Berbuah Lebat

Bagi kalian yang ingin menanam atau membudidayakan pohon rambutan dengan cara generatif atau menanam melalui biji buah, maka asumsi waktu untuk mulai bisa di panen sekitar 5-6 tahun. Akan tetapi cara menanam rambutan sendiri tidaklah susah, jadi kita hanya perlu menyiapkan beberapa bahan yang diperlukan di antaranya adalah :

Mempersiapkan Lahan

  1. Pilihlah media tanam ataupun tanah yang subur, bila memungkinkan beri pupuk organik dari kompos ataupun dari kotoran hewan.
  2. Usahakan media tanam yang kalian pilih adalah tanah yang gembur sehingga cacing-cacing tanah bisa hidup dan turut berperan dalam proses menggemburkan tanah.
  3. Selain dengan bantuan cacing tanah, kita juga bisa melakukan penggemburan tanah secara rutin sebelum digunakan sebagai media tanam.
  4. Mempersiapkan lubang tanam pada media tanam.
  5. Jika kita menanam rambutan secara generatif langsung dari biji, tentunya kita perlu melubangi tanah untuk tempat biji saat di tanam, kita bisa melubanginya dengan bantuan kayu.  Adapun jarak ideal antar pohon rambutan setidaknya sekitar 10 meter karena pohon rambutan merupakan jenis tanaman yang rimbun.
  6. Jika kita menanam rambutan dari hasil cangkok, maka kedalaman lubang tanam setidaknya 50 cm.

Proses Penanaman Rambutan

cara menanam rambutan

Sumber : www.bibitbunga.com

  1. Penanaman pohon rambutan baik itu secara generatif maupun dari hasil cangkok sebaiknya dilakukan pada sore hari.
  2. Apabila kita menanam rambutan dari bijinya, maka sebaiknya diberi peneduh untuk menghindari sinar matahari secara langsung ketika baru ditanam.  Akan tetapi peneduh tersebut bisa mulai kita lepaskan saat usia tanaman sudah mencapai 3 bulan.
  3. Waktu terbaik untuk menanam pohon rambutan sebaiknya dilakukan sebelum musim hujan tiba, karena dengan curah hujan yang tinggi maka itu bisa merusak akar dari pohon rambutan yang baru tumbuh. Akan tersebut bisa rusak ataupun busuk berkat terlalu banyak mendapat asupan air.
  4. Saat kita melakukan penanaman, ada baiknya kita menggunakan pupuk kandang ataupun kompos sebagai pupuk alami. Akan tetapi pemberian pupuk alami tersebut bersentuhan  langsung dengan akar tanaman, justru ha tersebut bisa merusak akar karena sifatnya yang asam. Oleh karena itu sebaiknya pupuk kompos atau kandang dicampur terlebih dahulu dengan tanah hingga merata barulah bisa digunakan. Dengan demikian pohon rambutan bisa cepat tumbuh dan tidak mudah mati.

Perawatan Pohon Rambutan Pasca Ditanam

Saat musim kemarau, setidaknya tanaman pohon rambutan yang baru ditanam haruslah disiram 2 kali sehari yaitu pada pagi dan sore hari. Karena seperti yang kita tahu bahwa air merupakan kebutuhan terpenting bagi tanaman untuk bisa tumbuh dengan subur.

menyirami pohon rambutan

Sumber : tips-agromania.blogspot.com

Jika tanaman yang kita tanam sudah mulai memunculkan daun baru, maka sebaiknya penyiraman tersebut harus dikurangi menjadi satu kali dalam sehari. Kecuali pada saat musim kemarau, maka kita tidak perlu menyirami tanaman rambutan karena kebutuhan air tanaman sudah terpenuhi dari air hujan.

Usahkan tidak terjadi genangan pada media tanam yang bisa menyebabkan pembusukan akar tanaman.

Itulah cara mudah yang bisa kita lakukan untuk menanam pohon rambutan secara generatif melalui biji, adapun sebenarnya apabila kita ingin mendapatkan hasil buah lebih cepat maka kita bisa melakukannya dengan cara mencangkok pohon rambutan yang sudah pernah berbuah dan memiliki kualitas yang baik. Untuk lebih jelasnya bisa kalian simak cara mencangkok pohon rambutan seperti di bawah ini.

Cara Mencangkok Pohon Rambutan Agar Bisa Cepat Berbuah

Mencangkok atau okulasi merupakan salah satu cara untuk mengembangbiakkan tanaman dengan lebih cepat ketimbang dengan cara generatif (biji). Selain itu biasanya teknik mencangkok ini sangat cocok digunakan untuk mencangkok tanaman yang di tanam di dalam pot.

bibit menanam dan mencangkok rambutan

Sumber : lihatkebunkhu.blogspot.com

Adapun kualitas buahnya akan sama bagusnya dengan induk pohon serta pohon hasil cangkokan nantinya tidak akan tumbuh terlalu tinggi sehingga sangat cocok sebagai untuk membudidayakan sebuah tanaman.

Kelebihan Dari Mencangkok Yang Harus Kamu Tahu

  1. Tanaman yang dibudidayakan dengan cara dicangkok akan lebih cepat berbuah daripada kita menanam tanaman secara generatif melalui biji yang mana untuk bisa berbuah pohon rambutan membutuhkan 5-6 tahun.
  2. Tanaman akan mewarisi sifat-sifat induknya. Oleh karena itu untuk mencangkok rambutan sebaiknya memilih tanaman induk yang paling bagus.
  3. Memiliki tingkat keberhasilan untuk tumbuh lebih tinggi.
  4. Tanaman hasil dari mencangkok akan lebih tahan terhadap kandungan air yang tinggi pada tanah.

Akan tetapi teknik okulasi atau mencangkok hanya bisa dilakukan pada jenis tanaman yang memiliki kayu yang keras serta berkambium. Misalnya saja seperti : Rambutan, Jambu, Durian, Kelengkeng dan lain-lain.

Alat-Alat Yang Diperlukan Untuk Mencangkok

Untuk menerapkan teknik mencangkok pada pohon rambutan, maka kita memerlukan beberapa bahan dan alat bantu seperti :

  1. Pisau besar atau arit yang tajam
  2. Plastik tebal atau serabut kelapa
  3. Karet ban atau tali bekas
  4. Ember untuk menampung air
  5. Media tanam berupa  tanah subur :  serbuk gergaji : pupuk kandang dengan perpaduan 1:1:1

Tata Cara Mencangkok Pohon Rambutan

Sebenarnya teknik mencangkok pohon rambutan bisa dilakukan dengan mudah seperti berikut ini :

  1. Pastikan pohon yang kalian pilih merupakan kualitas yang unggul.
  2. Pilih dahan atau ranting yang tidak terlalu kecil dan sekiranya bisa untuk dicangkok, kemudian dahan tersebut di sayat atau dikuliti dari bawah ke atas kira-kira panjangnya 15-20 cm.

    cara mencangkok rambutan

    Sumber : www.masfikr.com

  3. Bersihkan dahan yang sudah kita kuliti tadi sampai bersih menggunakan air hingga tidak ada kotoran atau lendiri pohon yang tersisa.

    membersihkan dahan untuk mencangkok

    Sumber : manfaatmencangkok.blogspot.com

  4. Kemudian dahan yang telah kita belah tersebut kita tutupi dengan serabut kelapa ataupun plastik tebal dan bisa langsung kita isi dengan tanah humus sesuai dengan komposisi yang telah dijelaskan di atas.
  5. Ikat rapat-rapat di kedua ujung belahan yang telah di tutupi plastik tebal dan di isi tanah humus tadi dengan tali karet ban.

    mencangkok rambutan

    Sumber : sipananda.wordpress.com

  6. Lalu berikan lubang-lubang kecil pada bagian tubuh plastik agar air bisa keluar dan tidak menimbulkan genangan air di dalam karena bisa membuat akar menjadi busuk.

Nah, biasanya setelah 3 bulan pasca melakukan pencangkokan pohon rambutan maka akar-akar baru sudah mulai keluar dan mulai terlihat. Hal tersebut mengindikasikan bahwa pohon dari hasil cangkok tersebut sudah siap tanam.

Jadi menanam atau membudidayakan pohon rambutan dengan cara mencangkok memang bisa menjadi pilihan terbaik dan tepat karena selain kita bisa menikmati buahnya lebih cepat juga kualitas bagus dari pohon induknya juga akan diturunkan sehingga kita tidak perlu khawatir akan hasil dari buah pohon rambutan yang kita tanam.

No Responses

Leave a Reply