s

3 Metode Cara Mengawetkan Serangga Dan Kupu-Kupu

Cara mengawetkan serangga dan kupu-kupu – Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki jenis insekta yang sangat beragam, jadi tidak heran jika mengawetkan serangga baik itu kupu-kupu, capung, belalang dan serangga lainnya kerap dijadikan cara untuk mendata jumlah maupun menjadikannya sebagai arsip dalam kebutuhan penelitian.

cara mengawetkan serangga dan kupu-kupu

Sumber : s284.photocuket.com

Apabila kita berbicara mengenai jumlah serangga, para peneliti sampai saat ini telah menemukan lebih dari 800 ribu spesies yang ada di dunia. Jadi banyaknya jumlah atau populasi serangga yang ada hingga saat ini memang dipengaruhi oleh faktor adaptasi dan kemampuan mereka dalam bertahan hidup yang sangat baik, selain itu kemampuan mereka dalam bereproduksi juga sangat tinggi sehingga tidak heran jika jumlah serangga yang ada saat ini sangatlah banyak.

mengawetkan jenis-jenis serangga

Sumber : mechtadeera.files.wordpress.com

Tujuan Umum Cara Mengawetkan Serangga Dan Kupu-Kupu

Adapun pengawetan hewan atau lebih khususnya pengawetan serangga dan kupu-kupu biasanya dilakukan bukan tanpa tujuan. Seperti yang telah sedikit saya singgung di atas bahwa biasanya dilakukan untuk menjadikannya sebagai arsip suatu lembaga penelitian. Namun sebenarnya ada beberapa tujuan umum lainnya mengapa dilakukan pengawetan serangga di antaranya adalah :

  • Untuk Keperluan Belajar Atau Pendidikan

Jadi memang kita terkadang menjumpai pengawetan serangga itu dilakukan dalam dunia pendidikan yang bertujuan sebagai bahan pembelajaran secara langsung untuk bisa mengamati bentuk dan ciri-ciri dari suatu serangga secara lebih detail. Jadi dalam kondisi serangga yang telah di awetkan, maka akan semakin memudahkan kita untuk mempelajari suatu hewan secara bentuk fisiknya.

mengawetkan serangga untuk pembelajaran

Sumber : 3.bp.blogspot.com

  • Untuk Kebutuhan Penelitian

Tujuan pengawetan yang kedua ini merupakan yang paling sering di lakukan yakni untuk kebutuhan penelitian. Biasanya serangga di awetkan untuk diteliti seputar ciri-ciri, bagaimana cara hewan tersebut beradaptasi baik itu morfologi dan juga fisiologi.

penelitian tentang pengawetan serangga

Sumber : nfbs.or.id

  • Untuk Kebutuhan Koleksi

Tidak jarang pula kita melihat pengawetan serangga itu dilakukan untuk kebutuhan koleksi, baik itu untuk koleksi sebuah museum ataupun koleksi perorangan untuk hiasan semata.

Koleksi mengawetkan serangga kupu-kupu

Sumber : Soloraya.com

  • Sebagai Arsip Dan Bukti-bukti Kekayaan Hayati

Jadi selain dikoleksi, pengawetan kupu-kupu atau jenis serangga lainnya dilakukan sebagai arsip serta bisa menjadi bukti keanekaragaman hayati yang ada di Indonesia. Dengan kata lain proses pengawetan serangga ini bisa digunakan dikemudikan hari terutama apabila telah terjadi kepunahan. Jadi dengan dilakukannya pengawetan yang baik maka fisik serangga tidak akan mengalami kerusakan maupun pembusukan.

arsip serangga yang di awetkan

Sumber : Daengbattala.com/

Metode Penangkapan Serangga Agar Tidak Merusak Kondisi Fisiknya

Untuk mendapatkan serangga yang utuh, tentunya ada beberapa cara yang bisa kita lakukan. Adapun caranya juga berbeda-beda tergantung dari jenis dan habitatnya. Nah, beberapa cara penangkapan yang aman di antaranya adalah :

  • Menggunakan Aspirator

Jadi cara ini biasa digunakan untuk menangkap serangga yang memiliki ukuran sangat kecil seperti halnya wereng, lalat kecil ataupun parasitoid yang memiliki gerak sangat aktif. Aspirator ini umunya dibuat dari sebuah tabung kaca bekas yang mana kedua sisinya di tutup menggunakan karet dan diberi lubang. Adapun yang sisi bawah nanti untuk menghisap serangga dan yang sisi atas untuk menghisap udara.

  • Menggunakan Tangan

Meskipun langsung menggunakan tangan, namun ada baiknya kita menggunakan sarung tangan untuk menghindari serangga yang beracun. Jadi cara ini biasa digunakan untuk menangkap jenis serangga hidup di bawah batu, di batang kayu ataupun di tanaman-tanaman yang masih bisa kita jangkau.

menangkap capung untuk di awetkan

Sumber : andridowank.files.wordpress.com

  • Menggunakan Jaring Serangga

Jaring serangga ini menjadi yang paling sering digunakan karena terbukti bisa digunakan untuk menangkap serangga yang sedang terbang atau bergerak sekalipun. Untuk jaring serangga sendiri terdapat 3 jenis yang bisa digunakan yakni jaring ayun, jaring udara dan juga jaring air.

jaring untuk menangkap dan mengawetkan serangga

Sumber : s.kaskus.id

  • Menggunakan Lembar  Pengumpul atau Beating Sheets

Jadi ini semacam lembaran bisa kain maupun kertas yang bisa digunakan untuk menangkap serangga kecil yang biasanya sulit dikenali seperti kutu-kutuan dan tungau atau bahkan hewan yang bentuknya mirip dengan daun. Adapun pemilihan serangga nanti bisa dilakukan dengan bantuan kuas.

mengumpulkan serangga untuk di awetkan

Sumber : uidaho.edu

  • Dengan cara penyemprotan Insektisida

Mungkin kita kerap menjumpai serangga berada di pohon yang sulit terjangkau, maka salah satu caranya adalah dengan menggunakan penyemprot serangga.

Cara Mematikan Serangga atau Kupu-Kupu Sebelum di Awetkan

Sebelum kita melakukan pengawetan serangga, maka langkah yang harus dilakukan terlebih dahulu adalah membunuh serangga tersebut. Namun cara mematikannya tidak boleh sembarangan untuk menghindari kerusakan yang bisa saja terjadi, jadi kita bisa menggunakan alat bantu sebuah botol baik itu botol kaca maupun botol dengan ukuran yang lebih besar dengan penutup yang rapat.

Senyawa Racun Yang Bisa Digunakan Untuk Membunuh Serangga

  • CaSO4
  • Sianida
  • Kloroform
  • Karbon Tetroklorida
  • Etil Asetat

Cara Membunuh Serangga Yang Benar

Cara membunuh atau mematikan serangga sebaiknya harus dilakukan dengan hati-hati untuk menghindari adanya sayap ataupun bagian tubuh yang hilang. Adapun kita bisa mematikannya dengan memilih salah satu senyawa seperti yang telah dijelakan di atas, misalnya saja kita memilih senyawa etil asetat.

Jadi kita bubuhkan senyawa tersebut pada sebuah kapas, kemudian kita masukkan kapas tersebut ke dalam botol atau stoples yang telah kita sediakan dan menutupnya rapat-rapat. Biarkan dan diamkan beberapa agar senyawa tersebut bekerja dan memenuhi udara di dalamnya, barulah kita masukkan serangga tersebut ke dalam wadah stoples dan pastikan sudah tertutup rapat.

mematikan serangga untuk diawetkan

Sumber : Google.com

Adapun senyawa tersebut memang jauh lebih baik digunakan daripada senyawa lainnya, karena tidak akan membuat serangga menjadi tegang atau kaku. Jadi dengan cara demikian serangga bisa mati tanpa mengalami kerusakan fisik sehingga hasil pengawetan yang akan kita lakukan bisa menjadi lebih maksimal.

Cara Membersihkan Serangga Sebelum Di Awetkan

Setelah serangga di matikan dengan cara di atas, kemudian serangga tersebut masih harus kita bersihkan dengan cara yang cukup mudah. Jadi kita memang perlu membersihkan serangga dari kotoran ataupun material yang menempel dengan mengambil air bersih pada sebuah wadah dan kemudian menambahkan sedikit deterjen dan alkohol ke dalamnya.

Namun jika kotoran yang menempel itu berlemak maka kita bisa menggunakan pembersih ultrasonik dan itu terbukti ampuh dalam membersihkan tubuh serangga secara menyeluruh dan cepat.

Beberapa Metode Cara Mengawetkan Kupu-kupu Atau Serangga Lainnya

Seperti yang kita tahu bahwa serangga sendiri memiliki ciri fisik yang berbeda-beda, ada yang bersayap lebar maupun yang bersayap kecil, begitu juga spesiesnya pun sangatlah beragam. Jadi untuk mengawetkan serangga sendiri ada beberapa metode yang bisa kita lakukan di antaranya adalah :

Metode Panning

Metode yang pertama ini biasanya digunakan untuk mengawetkan serangga yang memiliki sayap tipis dan mempunyai tubuh seperti lalat, kupu-kupu dan sejenisnya.

panduang mengawetkan kupu-kupu

Sumber : uky.edu

Adapun Alat Atau Bahan Yang Dibutuhkan
  • Kapur barus
  • Alkohol 70%
  • Jarum Serangga
  • Gabus
  • Kertas Label
  • Kapas
  • Tabung Reaksi
Cara Kerja Atau Proses Pengawetan
  • Matikan serangga seperti yang telah dijelaskan caranya di atas.
  • Kemudian kita masukkan serangga yang sudah benar-benar mati ke dalam alkohol dengan kadar 70% dan biarkan beberapa saat.
  • Jika sudah tercelup semua, selanjutnya kita angkat serangga secara hati-hati dan bisa langsung di keringkan sampai benar-benar kering.
  • Lalu gunakan jarum serangga untuk menusuk tubuhnya dari arah punggung menuju perut bawah secara vertikal.
  • Berikutnya kita siapkan sebuah kertas manila yang sudah digunting berbentuk segitiga lancip untuk menulis informasi seputar genus dari serangga yang kita awetkan tersebut.
  • Nah yang terakhir untuk penyimpanannya bisa di simpan dalam sebuah kota insektarium yang sudah diberi kapur barus dengan tujuan supaya tidak dimakan hewan kecil lain.

Pembuatan Slide Mikroskop

Untuk metode slide mikroskop ini memang sengaja dikhususkan untuk mengawetkan serangga-serangga kecil yang tubuhnya berpigmen sehingga harus diperiksa terlebih dahulu dengan bantuan alat mikroskop untuk membantu mengenali spesiesnya.

Untuk metode ini sebenarnya memiliki dua cara pengawetan, yang pertama pengawetan secara permanen dan semi-permanen. Untuk lebih jelasnya bisa kalian simak penjelasannya di bawah ini :

Pengawetan Secara Permanen
  • Proses pertama yang harus dilakukan adalah mematikan serangga dengan cara yang agak berbeda yaitu dipanaskan di atas api dengan suhu 60 derajat celcius.
  • Kemudian serangga tersebut direndam dalam larutan KOH selama 10 jam. Namun kita bisa mempercepat proses tersebut dengan cara memanaskan KOH asal jangan sampai menguap. Adapun cara ini biasa dikenal dengan sebutan clearing.
  • Jika sudah, kita beralih ke proses pengeringan menggunakan alkohol sampai benar-benar kering.
    Lalu masukkan serangga ke dalam larutan senyawa xylol yang mana nanti akan membutuhkan waktu sekitar 10 menit.
  • Proses yang terakhir disebut dengan  mounting atau melekatkan serangga pada kaca preparat dengan menggunakan lem Canada Balsam dan bisa langsung ditutup menggunakan kaca penutup.
Pengawetan Secara Semi-permanen
  • Matikan serangga dengan cara memanaskannya di atas api dengan suhu 60 derajat celcius.
  • Lalu keringkan serangga sampai benar-benar kering menggunakan larutan alkohol dengan kadar 70%.
  • Selanjutnya letakkan serangga dengan posisi sesuai dengan yang kalian inginkan di atas preparat, lalu teteskan lem Canada Balsam di atas serangga secara tepat.
  • Proses terakhir bisa kita tutup dengan menggunakan kaca penutup dengan hati-hati menggunakan jari agar tidak merusak posisi maupun bagian dari tubuh serangga. Jadi pastikan pula Canada Balsem merata menutupi keseluruhan kaca.
membentuk serangga untuk di awetkan

Sumber : himbiounpad.files.wordpress.com

Pengawetan Menggunakan Larutan Formalin

Metode pengawetan yang terakhir ini akan menggunakan larutan formalin dengan kadar sesuai dengan kondisi tubuh serangga yang akan kita awetkan. Misalnya saja untuk serangga dengan kulit lunak bisa menggunakan formalin berkadar 4%, namun jika serangga tersebut memiliki kulit yang tepat atau keras bisa menggunakan formalin dengan kadar 10%. Adapun cara kerjanya adalah :

  • Pertama untuk mematikan serangga kita bisa menggunakan cloroform
  • Kemudian serangga tersebut kita masukkan ke dalam larutan pengawet formalin sesuai dengan kadar yang telah ditetapkan
  • Selama proses perendaman, kita bisa membentuk serangga sesuai dengan yang kita inginkan.
    Untuk lama waktu perendaman sendiri bergantung pada struktur tubuh serangga yang kita awetkan. Jadi apabila serangga berkulit keras bisa direndam dalam waktu yang lebih lema, berbeda jika serangga yang akan kita awetkan berkulit tipis.
  • Kemudian kita jemur serangga di bawah sinar matahari yang terik supaya bau formalinnya tidak tercium lagi dan hilang.
  • Yang terakhir sampai tahap ini serangga sudah berhasil di awetkan menggunakan larutan formalin dan kita tinggal melakukan penyimpanan dengan cara sesuai yang diinginkan
mengawetkan kupu-kupu

Sumber : himbiounpad.files.wordpress.com

Tips Perawatan Serangga Yang Telah Di Awetkan Agar Tidak Mudah Rusak

  • Pastikan serangga yang di awetkan berada di ruangan yang bersih dan tidak lembab.
  • Gunakan kapur barus agar hewan yang di awetkan terhindar dari gangguan hewan-hewan kecil lainnya
  • Pastikan penyimpanan serangga ditutup secara rapat, jangan sampai ada udara yang bisa masuk ke dalamnya.
  • Bersihkan wadah penyimpanan pengawetan serangga dari kotoran maupun debu secara berkala
  • Hindari paparan terik matahari secara langsung menuju tempat penyimpanan serangga

Demikian tadi merupakan cara mengawetkan berbagai macam serangga dan juga kupu-kupu yang bisa dilakukan, begitu juga tips bagaimana perawatannya agar hewan yang telah kita awetkan tidak mudah rusak atau terjadi pembusukan di kemudian hari. Semoga bermanfaat !

Bisnis Mengawetkan Serangga, Omset Puluhan Juta

Comments (2)

  1. jurig September 12, 2016
    • Dekisugi September 13, 2016

Leave a Reply