s

Sinopsis Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck Dan Unsur Intrinsiknya

Sinopsis tenggelamnya kapal van der wijck – Salah satu novel yang tidak kalah ramai diperbincangkan dan bahkan juga telah di angkat ke layar lebar adalah novel tenggelamnya kapal van der wijck. Ya, novel yang telah dibuat sejak tahun 1939 masih eksis dan terus dicetak ulang hingga saat ini.

sinopsis tenggelamnya kapal van der wijck

Sumber : beritasatu.com

Novel tenggelamnya kapal van der wijck ini ditulis oleh penulis terkenal pada saat itu yakni Haji Abdul Malik Karim Amrullah, namun lebih akrab dipanggil dengan Hamka. Jadi Novel tersebut laku keras di pasaran dengan tebal buku 21 cm yang terdiri atas 224 halaman. Sebenarnya novel sinopsis tenggelamnya kapal van der wijck sudah sangat lama namun karena alur ceritanya sangat bagus, novel ini menjadi terus populer dari masa ke masa.

Keunggulan Novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck

Sinopsis tenggelamnya kapal van der wijck ini merupakan sebuah buku yang menceritakan roman fiksi menarik yang dikemas dalam bahasa sastra indah. Selain itu apabila kita menelisik mengenai jalan cerita dan latar belakang yang sangat kental akan peraturan-peraturan adat yang dipegang teguh.

Berlatar belakang di sebuah negeri yang masih bersuku dan berkerabat dengan baik. Secara keseluruhan cerita yang disampaikan dalam novel tersebut sangat menyentuh hati dan dipermanis dengan surat-surat romantis di dalamnya.

Kelemahan Novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck

Pada jaman dahulu novel sinopsis tenggelamnya kapal van der wijck ini sempat mendapat tentangan dari kalangan agama. Jadi mereka menyangka bahwa novel yang dibuat tersebut menyalahi kebiasaan-kebiasaan yang ada pada saat itu. Namun setelah 10 tahun berlalu, justru novel tersebut dengan sendirinya diakui dan menjadikan banyak orang lebih mengerti akan keindahan dan kesenian dalam kehidupan. Sehingga tentangan dan penolakan dari kalangan agama menjadi hening dengan sendirinya.

novel asli tenggelamnya kapal van der wijck

Sumber : readingsocially.wordpress.com

Latar Belakang Pengarang

Di usia 31 tahun, kala itu pengarang masih dalam masa muda yang mana jiwa seni dan khayalnya masih sangat tinggi, begitu juga rasa sentimentil yang ada pada dirinya juga masih sangat kuat. Dan di saat itulah cerita dalam novel “Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck”  mulai disusun olehnya.

Sinopsis Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck

Menceritakan Ulang !!

Pada zaman dahulu kala hiduplah seorang anak bernama Zainudin. Anak ini sejak kecil sampai dia besar selalu berteman dengan kemalangan. Jadi dia ini merupakan putra dari Pendekar Sutan dan Daeng Habibah.

Di dalam novel disebutkan bahwa ibunya (Daeng Habibah) telah meninggal sejak ia berusia 9 tahun. Sementara ayahnyaadalah anak buangan yang mana beliau di buang dari negerinya sendiri yang masih bersuku-suku, berlembaga dan juga berninik mamak. Jadi di negeri tersebut berkaum pada kaum perempuan, sehingga nasib malang akan menimpa anak laki-laki apabila dia tidak memiliki saudara perempuan. Itulah yang dialami oleh Pendekar Sutan, saat ibunya meninggal maka hartanya akan menjadi mamaknya. Terlebih lagi mamaknya yang bernama Datuk Mantari Labih merupakan pribadi yang tidak adil dan serakah.

Anak kecil yang bernama Zainudin ini sangat tertarik dengan negeri asal ayahnya. Jadi dia memutuskan untuk merantau seorang diri ke negeri ayahnya tersebut. Namun karena keputusan tersebut, akhirnya dengan berat hati Mak Base rela melepaskannya.

zainudin bertemu dengan hayati

Sumber : tripurwadi.wordpress.com

Sesampainya di negeri ayahnya, Zainudin bertemu dengan seorang wanita lokal yang bernama Hayati. Seiring dengan berjalannya waktu, mereka saling mengenal dan gemar berkirim-kiriman surat. Akan tetapi sayangnya di negeri tersebut sama sekali belum mengenal adanya percintaan yang suci. Sehingga penduduk di sana memandang perbuatan Zainudin dan Hayati tersebut adalah sesuatu yang telah menyalahi adat. Orang-orang di sana khususnya para kaum hawa merasa direndahkan derajatnya atas perbuatan yang dilakukan hayati, mereka merasa negeri mereka seperti kampung tak terpenjara. Mamak Hayati pun sangat marah pada saat itu setelah mengetahui perbuatan putrinya.

Zainudin nampak pucat kala itu, mamaknya pun bertanya kepada dia tentang masalah apa yang tengah dihadapi. Akan tetapi Zainudin tetap saja tidak mau jujur. Akhirnya Mamak pun menyarankan agar Zainudin menemui Muluk siapa tahu dia bisa membantu menyelesaikan masalahnya dan pada akhirnya mereka pun menjadi teman yang sangat akrab.

Muluk merupakan teman yang baik, dia banyak memberi tahu kepada Zainudin perihal suami dari Hayati yang ternyata memiliki sifat dan perlakuan yang kurang baik. Nah, Zainudin pun tidak rela apabila si Hayati disakiti oleh calon suaminya. Ternyata pas hari pernikahan itu tiba, Zainudin tengah sakit keras hingga tidak ada kemungkinan lagi untuk hidup. Akan tetapi setelah tetap berusaha, 2 bulan setelah itu sakit Zainudin lambat laun mulai sembuh dan ini tentu menunjukkan jika Allah masih sayang dengannya.

tenggelamnya kapal van der wijck

Sumber : kidsklik.com

Jadi semangat hidup Zainudin mulai ada lagi, dia kembali menjalani hidupnya bersama sahabatnya yaitu si Muluk. Zainudin pergi merantau bersama Muluk ke Tanah Jawa. Berdasarkan kabar yang beredar ternyata Hayati dan Suaminya juga sudah berpindah ke Tanah Jawa. Terdengar pula bahwasanya kehidupan Hayati dan Aziz mulai kacau dan bahkan mereka sempat menjadi gelandangan. Aziz pun sering meminta uang kepada Zainudin, akhirnya mereka dibawa Zainudin untuk tinggal bersama di rumahnya.

Kemudian hari Aziz berkeinginan untuk pergi jauh mencari pekerjaan, dia berpamitan kepada Zainudin dan menitipkan Hayati untuk tetap bisa tinggal di rumahnya. Namun hal yang tidak disangka-sangka terjadi, terdengar kabar jika Azis bunuh diri dan mengirimkan sepucuk surat kepada Hayati yang isinya agar Hayati dan Zainudin segera menikah. Akan tetapi karena rasa sakit hati, Zainudin lebih memilih untuk menolak dan memulangkan Hayati ke rumah orang tuanya.

Zainudin menolak tawaran Azis untuk menikahi Hayati

Sumber : ayuintanpermata.blogspot.co.id

Jadi Hayati pulang ke kampung halaman dengan menumpangi Kapal Van Der Wijck. Tapi nasib malang menimpa diri Hayati, kapal yang ditumpanginya itu tenggelam. Meskipun dia akhirnya selamat, namun ternyata dia tidak mampu bertahan hidup lama dan dia-pun meninggal. Dalam kondisi ini tentu Zainudin sangatlah menyesal dan terpukul. Padahal sebenarnya dia masih sayang kepada Hayati namun karena emosi dia mengambil keputusan yang salah. Nah, beberapa hari kemudian Zainudin menyusul ke kuburan Hayati dan berada di samping kuburan Hayati dengan hati yang sangat terpukul.

Baca juga : Sinopsis Novel Laskar Pelangi

Unsur-unsur intrinsik novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck

Berikut ini uraian mengenai unsur-unsur intrinsik dari sinopsis tenggelamnya kapal van der wijck yang telah kalian baca di atas :

  • Tema

Kisah romantis dua insan antara muda-mudi yang pada akhirnya berakhir dengan kematian.

  • Alur Cerita

Novel ini termasuk memiliki alur yang longgar, karena tokoh yang berperan di dalamnya lebih dari 4 orang.

  • Setting

Tempat : Kota Mengkasar, Kampung Batipuh, Padang Panjang – Tanah Jawa.

Waktu : Mulai Zainudin lahir hingga wafat, kira-kira 30 tahun.

Suasana : Mengharukan, Sedih.

Peristiwa : Tragis, Menyedihkan.

  • Penokohan

Tokoh

Watak

Zainudin Sabar, Sopan Santun, Baik Hati, Tidak Sombong, Iba Hati
Hayati Hatinya mudah tersentuh, Cantik
Daeng Habibah Lemah Lembut, Setia
Pendekar Sutan Tegar, Penyabar, Sopan Santun dan Penyayang
Mak Base Baik, Setia, Sabar, Amanah
Datuk Mantari Tidak Adil, Serakah
Muluk Baik, Setia, Mudah Bergaul
Dt…. Bijak, Wibawa
Azis Gagah, Kaya, Gaul
Daeng Manippi Baik
Mamak Peduli
Khadijah Suka Menghasut, Mata Duitan

Identifikasi Isi Novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck

Di sini akan saya bagi mengenai identifikasi novel sinopsis tenggelamnya kapal van der wijck yang mana meliputi narasi, konflik, klimaks, peleraian dan juga penyelesaian. Yuk, langsung saja kita lihat seperti apa alurnya berdasarkan identifikasi isi novel :

  • Narasi

Zaman dahulu kala hiduplah seorang anak bernama Zainudin. Anak ini sejak kecil sampai dia besar selalu berteman dengan kemalangan. Jadi dia ini merupakan putra dari Pendekar Sutan dan Daeng Habibah.

Di dalam novel disebutkan bahwa ibunya (Daeng Habibah) telah meninggal sejak ia berusia 9 tahun. Sementara ayahnyaadalah anak buangan yang mana beliau di buang dari negerinya sendiri yang masih bersuku-suku, berlembaga dan juga berninik mamak. Jadi di negeri tersebut berkaum pada kaum perempuan, sehingga nasib malang akan menimpa anak laki-laki apabila dia tidak memiliki saudara perempuan. Itulah yang dialami oleh Pendekar Sutan, saat ibunya meninggal maka hartanya akan menjadi mamaknya. Terlebih lagi mamaknya yang bernama Datuk Mantari Labih merupakan pribadi yang tidak adil dan serakah.

  • Konflik

Anak kecil yang bernama Zainudin ini sangat tertarik dengan negeri asal ayahnya. Jadi dia memutuskan untuk merantau seorang diri ke negeri ayahnya tersebut. Namun karena keputusan tersebut, akhirnya dengan berat hati Mak Base rela melepaskannya.

Sesampainya di negeri ayahnya, Zainudin bertemu dengan seorang wanita lokal yang bernama Hayati. Seiring dengan berjalannya waktu, mereka saling mengenal dan gemar berkirim-kiriman surat. Akan tetapi sayangnya di negeri tersebut sama sekali belum mengenal adanya percintaan yang suci. Sehingga penduduk di sana memandang perbuatan Zainudin dan Hayati tersebut adalah sesuatu yang telah menyalahi adat. Orang-orang di sana khususnya para kaum hawa merasa direndahkan derajatnya atas perbuatan yang dilakukan hayati, mereka merasa negeri mereka seperti kampung tak terpenjara. Mamak Hayati pun sangat marah pada saat itu setelah mengetahui perbuatan putrinya.

  • Klimaks

Jadi dengan cara yang halus si Zainudin di usir dari Batipuh dan akhirnya dia pergi ke Padang Panjang. Sampai di sana Zainudin memilih tinggal di salah satu rumah seorang janda tua yang memiliki 1 orang anak. Akan tetapi selang beberapa lama, Zainudin kembali memperoleh surat dari Mengkasar yang di dalam surat tersebut memberi kabar bahwa Mak Base sudah meninggal dunia, adapun uang terselip di dalamnya sejumlah Rp. 3000. Jadi uang tersebut merupakan uang ayah Zainudin yang telah disimpan oleh Mak Base semasa hidupnya.

dikabarkan hayati akan menikah

Sumber : wovgo.com

Namun si Zainudin tidak berlarut-larut dalam kesedihan. Dia menggunakan uang senilai Rp. 3000 tersebut untuk meminang gadis pujaan hatinya yaitu Hayati. Jadi Zainudin menulis sebuah surat untuk mamak Hayati Dt.. , namun dia tidak memberitahu dalam surat tersebut jika dia sudah memeliki uang untuk meminang. Akhirnya niat baik tersebut ditolak oleh pihak keluarga Hayati. Tapi Zainudin tetap tegar karena dia merasa tetap memiliki cinta Hayati. Klimaks permasalahan terjadi ketiak Zainudin mendapatkan sebuah surat yang isinya memberitahukan jika Hayati sudah bertunangan dengan Aziz. Nah, di sini hati Zainudin sangat terpukul mendapatkan kabar tersebut.

  • Peleraian

Zainudin nampak pucat kala itu, mamaknya pun bertanya kepada dia tentang masalah apa yang tengah dihadapi. Akan tetapi Zainudin tetap saja tidak mau jujur. Akhirnya Mamak pun menyarankan agar Zainudin menemui Muluk siapa tahu dia bisa membantu menyelesaikan masalahnya dan pada akhirnya mereka pun menjadi teman yang sangat akrab.

Muluk merupakan teman yang baik, dia banyak memberi tahu kepada Zainudin perihal suami dari Hayati yang ternyata memiliki sifat dan perlakuan yang kurang baik. Nah, Zainudin pun tidak rela apabila si Hayati disakiti oleh calon suaminya. Ternyata pas hari pernikahan itu tiba, Zainudin tengah sakit keras hingga tidak ada kemungkinan lagi untuk hidup. Akan tetapi setelah tetap berusaha, 2 bulan setelah itu sakit Zainudin lambat laun mulai sembuh dan ini tentu menunjukkan jika Allah masih sayang dengannya.

  • Penyelesaian

Jadi semangat hidup Zainudin mulai ada lagi, dia kembali menjalani hidupnya bersama sahabatnya yaitu si Muluk. Zainudin pergi merantau bersama Muluk ke Tanah Jawa. Berdasarkan kabar yang beredar ternyata Hayati dan Suaminya juga sudah berpindah ke Tanah Jawa. Terdengar pula bahwasanya kehidupan Hayati dan Aziz mulai kacau dan bahkan mereka sempat menjadi gelandangan. Aziz pun sering meminta uang kepada Zainudin, akhirnya mereka dibawa Zainudin untuk tinggal bersama di rumahnya.

Kemudian hari Aziz berkeinginan untuk pergi jauh mencari pekerjaan, dia berpamitan kepada Zainudin dan menitipkan Hayati untuk tetap bisa tinggal di rumahnya. Namun hal yang tidak disangka-sangka terjadi, terdengar kabar jika Aziz bunuh diri dan mengirimkan sepucuk surat kepada Hayati yang isinya agar Hayati dan Zainudin segera menikah. Akan tetapi karena rasa sakit hati, Zainudin lebih memilih untuk menolak dan memulangkan Hayati ke rumah orang tuanya.

Jadi Hayati pulang ke kampung halaman dengan menumpangi Kapal Van Der Wijck. Tapi nasib malang menimpa diri Hayati, kapal yang ditumpanginya itu tenggelam. Meskipun dia akhirnya selamat, namun ternyata dia tidak mampu bertahan hidup lama dan dia-pun meninggal. Dalam kondisi ini tentu Zainudin sangatlah menyesal dan terpukul. Padahal sebenarnya dia masih sayang kepada Hayati namun karena emosi dia mengambil keputusan yang salah. Nah, beberapa hari kemudian Zainudin menyusul ke kuburan Hayati dan berada di samping kuburan Hayati dengan hati yang sangat terpukul.

Film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck

Kata-Kata Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck Tentang Cinta

Cinta bukan melemahkan hati. Bukan membawa tangis, juga bukan membuat kita putus asa. Sebaliknya cinta menguatkan hati dan menghidupkan harapan.

Tidak ada kebahagiaan paling besar di dunia ini, selain kebahagiaan cinta.

Cinta bukan mengajarkan kita untuk menjadi lemah, tapi membangkitkan kekuatan. Cinta bukan melemahkan semangat, tapi membangkitkan semangat.

Kapal Van Der Wijck Kisah Nyata?

bangkai kapal van der wijck

Sumber : reportaseinti.wordpress.com

Meskipun novel tersebut merupakan sebuah karangan roman fiksi, namun untuk tenggelamnya kapal Van Der Wijck sendiri merupakan kisah asli yang mana terjadi di pesisir Lamongan. Adapun sebuah monumen yang berada di Desa. Bodong, Kec. Brondong, Kab. Lamongan – Jawa Timur di bangun sebagai rasa terimakasih warga Belanda kepada para nelayan Indonesia yang sudah banyak membantu ketika kapal Van Der Wijck Tersebut tenggelam.

Jadi demikianlah novel sinopsis tenggelamnya kapal van der wijck yang sangat populer dan bahkan sampai dibuatkan film yang bisa kalian lihat di bioskop maupun channel youtube.

Leave a Reply